Penerapan Buadaya Positif di SD negeri 1 Sonoageng Kabupaten Nganjuk

 






1. a.Disiplin positif adalah sebuah disiplin yang menanamkan motivasi internal pada murid, yaitu untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya. Motivasi ini memberikan dampak jangka panjang, tidak terpengaruh pada imbalan dan hukuman. Mereka akan tetap berperilaku baik sesuai nilai yang mereka percaya.

1.b. Posisi kontrol yang terbaik bagi guru yaitu sebagai manajer. Seorang manajer mampu untuk membangun karakter murid yang bertanggungjawab atas perilakunya dan mendukung murid untuk menemukan solusi atas permasalahannya sendiri.

1.c.Lima kebutuhan dasar manusia sangat penting dipelajari oleh seorang guru yaitu kebutuhan untuk bertahan hidup, kasih sayang, kebebasan, kesenangan dan kepuasan. Dengan mengetahuinya, guru akan memahami kebutuhan murid dan memberikan umpan balik sesuai dengan kebutuhan mereka.

1.d. Keyakinan kelas berisi kesepakatan antara guru dengan murid terkait nilai-nilai yang diyakini sebagai dasar dalam setiap perilaku dan sikap pada iklim kelas dan sekolah.

1.e.Segitiga restitusi adalah cara penyelesaian masalah dengan cara menuntun murid untuk membuat evaluasi internal tentang apa yang dapat mereka lakukan untuk memperbaiki kesalahan yang mereka lakukan  untuk memperbaiki kesalahan mereka dan mendapatkan kembali harga dirinya.

Yang menarik bagi saya adalah perubahan paradigma baru bagi saya dalam hal mengelola budaya positif yang memerdekakan murid. Bukan hukuman yang ditekankan, akan tetapi bagaimana cara agar mereka memiliki motivasi internal sendiri untuk merubah diri mereka sendiri sesuai nilai yang mereka yakini. 

2. Pengalaman saya menerapkan budaya positif adalah ketika saya mencoba menerapkan keyakinan kelas. Murid saya mengalami perubahan yang cukup signifikan dalam menjalankan nilai-nilai yang diyakini. Walaupun masih ada beberapa siswa yang melakukan pelanggaran. Dan ketika saya menerapkan segitiga restitusi, Alhamdulillah mereka bisa menemukan kesalahan, apa yang mereka lakukan kedepannya untuk memperbaiki kesalahan dan kembali pada nilai yang diyakininya.

3. Sebelum mempelajari terkait materi segitiga restitusi, saya sudah pernah menerapkannya. walaupun tahapannya tidak sama persis dengan teori. Pada waktu itu, ada 2 murid saya yang bertengkar ketika sela waktu pergantian jam. Sepele saja akar masalahnya, hanya karena salah satu dari mereka tidak terima ketika temannya membantu ketika diberi tugas guru PAI untuk membagi jajan (sedekah). Pada waktu itu,ternyata saya sudah menerapkan posisi manajer. Dan saya memanggil keduanya, memberikan arahan. Dan ternyata apa yang saya lakukan ini adalah restitusi. Alhamdulillah, kedua anak itu rukun kembali dan tahu kesalahannya serta mampu memperbaikinya.

4. Hukuman bukan pilihan dalam menyadarkan siswa untuk kembali pada nilai yang diyakini.

5. Mempelajari modul ini penting bagi saya, sebagai modal dalam sosial masyarkat. Membuat saya lebih bijak dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan.dan tentu saja menjadi sebuah ilmu yang tak ternilai harganya bagi saya seorang pemimpin pembelajaran. Karena dengan ilmu ini, saya bisa menerapkan budaya positif dalam kelas dan sekolah saya.

6. Mulai dari diri sendiri dengan merubah paradigma saya. Setelahnya menerapkan di tingkat kelas dan kolaborasi dengan teman sejawat sebagai bentuk sharing ilmu terkait budata positif.

7. Selain konsep di atas, menurut saya yang perlu dipelajari adalah konsep komunikasi yang baik dan teknik coaching.

8. Membuat keyakinan kelas dan memberikan angket 5 kebutuhan dasar manusia pada murid saya di kelas.

Berikut lebih jelasnya tentang buadaya positif:


































Komentar